Administrasi control file

cek lokasi :

SQL> show parameter control_files;

atau

SQL> select name from v$controlfile;

melihat isi control file :

select * from V$CONTROLFILE_RECORD_SECTION order by type;

untuk backup control file :

SQL> alter database backup controlfile to trace;

menambah control file :

1). shutdown database

SQL > shutdown immediate

2). copy salah satu control file ke direktori yang diinginkan

3). startup nomount

SQL > startup nomount

SQL > alter system set control_files=
‘/oradata/oracle/ts/control01.ctl’,
‘/oradata/oracle/ts/control02.ctl’,
‘/oradata/oracle/ts/control03.ctl’,
‘/data1/oracle/control04.ctl’
scope=spfile;

SQL > shutdown immediate

4). startup

SQL > startup

5). cek

SQL > select name from v$controlfile;

Drop control file

1). shutdown db

2). ambil control file

control_files=’/oradata/oracle/ts/control01.ctl’,
‘/oradata/oracle/ts/control02.ctl’,
‘/oradata/oracle/ts/control03.ctl’

3). startup database

Advertisements

Mengetahui konfigurasi database

Ketika seorang dba maintaenance database oracle maka yang harus diperhatikan :

1). Cek environment di $ vim .bash_profile

2). Cek initfile di $ORACLE_HOME/dbs

klo mengunakan spfile maka gunakan perintah berikut :

SQL> select NAME,VALUE,IS DEFAULT from v$parameter order by name;

3). Feature database yang terinstall :

SQL> select * from v$option order by parameter;

4). feature yang dipakai :

SQL> select COMP_NAME,VERSION,STATUS from dba_registry;

5). Informasi tentang properties database

SQL> select PROPERTY_NAME,PROPERTY_VALUE
from database_properties order by PROPERTY_NAME;

kelima langkah tersebut merupakan hal yang wajib dilakukan dan diperhatikan sebelum menghandle sebuah db

Administrasi pfile dan spfile

pada mulanya, oracle mengunakan pfile tapi versi selanjutnya oracle memperkenalkan spfile yaitu versi binary dari pfile.jadi untuk konfigurasi init parameter ada 2 pilihan yaitu pfile atau spfile , default oracle akan membaca spfile terlebih dahulu.

lokasi spfile terdapat di $ORACLE_HOME/dbs untuk linux dan %ORACLE_HOME%\database untuk windows. Nama pfile : initNAMAINSTANCE.ora dan nama spfile : spfileNAMAINSTANCE.ora cat. Secara default oracle generate spfile

default oracle create spfile, pfile bisa digunakan untuk backup sebuah spfile sbb :

SQL > create pfile from spfile;

Jika suatu saat spfile bermasalah bisa up db mengunakan pfile,setelah up create spfile lagi agar pfile hanya menjadi backup saja sbb

SQL > create spfile from pfile;

parameter instance ada 2 tipe dinamic dan static berikut cara melihat parameter termasuk dinamik atau static :

SQL> select NAME, ISSES_MODIFIABLE, ISSYS_MODIFIABLE from v$parameter where name=’pga_aggregate_target’;

SQL> select NAME, ISSES_MODIFIABLE, ISSYS_MODIFIABLE from v$parameter where name=’control_file’;

Jika dynamic dengan ciri immediate pada issys_modifiable maka

SQL > alter system set pga_aggregate_target=100m scope=both

Jika static dengan ciri false false maka

SQL> alter system set control_file=2 scope=spfile;
SQL> shutdown immediate
SQL> startup

Asumsi diatas adalah database oracle mengunakan spfile karena saya lebih suka mengunakan spfile daripada pfile. Mungkin lain kali akan saya bahas jika ingin ubah parameter dan db mengunakan pfile sebagai parameter file startup

Cloning database oracle

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk cloning database oracle sbb :

1). Matikan terlebih dahulu database yang akan di cloning data nya :

sql > shutdown immediate;

lsnrctl stop;

emctl stop dbconsole;

2). copykan semua data di oradata ke server yang akan dicloning

archive-log merupakan optional

3). copy spfile ke server tujuan : $ORACLE_HOME/dbs/

4). Sesuaikan beberapa folder di init.ora misal ada nama folder yang berbeda dari standar di oradata

5). Copy orabase dari server cloning ke server tujuan sesuaikan dengan parameter di bash_profile

6). sqlplus

sql > startup;

8). cp listener.ora ke $ORACLE_HOME/network/admin dan sesuaikan konfigurasi
9). lsnrctl stop

jangan lupa set up ORACLE_UNIQNAME kalau ingin mengunakan em dan lihat step create em

Memunculkan EM untuk oracle 12c

Oracle 12c memberikan kita option untuk install yaitu bisa berupa container atau oracle biasa tanpa container. Setelah install oracle 12c jika em tidak bisa diakses maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk enable em di oracle 12c sbb :

1). Untuk yang tidak mengunakan container maka lakukan step berikut

SQL> select dbms_xdb_config.gethttpsport() from dual;

Jika tidak keluar keterangan mengenai https port maka lakukan step :

SQL> exec DBMS_XDB_CONFIG.SETHTTPSPORT(5501);

setelah selesai akses ke

https://ip_Server:5501/em

2). Untuk yang mengunakan container maka lakukan sbb

SQL> Alter session set container=CDB$ROOT;

SQL> exec DBMS_XDB_CONFIG.SETHTTPSPORT(5501);

SQL> Alter session set container=pdborcl;

SQL> exec DBMS_XDB_CONFIG.SETHTTPSPORT(5502);

setelah selesai akses ke

https://ip_Server:5501/em  –> untuk akses cdb

https://ip_Server:5502/em   –> untuk akses pdb

Solved Error: exception encountered core dump qervwrowprocedure() sigsegv 12c

Ketika install oracle 12c, akses ke EM terkadang muncul error berupa core dump 12c untuk mengatasi hal tersebut maka lakukan patching paket :

1). Set up bash_profile untuk mengenali opatch

export PATH=$ORACLE_HOME/bin:$ORACLE_HOME/OPatch:/bin:/usr/bin:/usr/sbin:/usr/local/bin:/usr/X11R6/bin::/usr/lib64

2). reload bash profile

$ source .bash_profile

3). shutdown database

$ sqlplus / as sysdba

SQL> shutdown immediate;

4). offline patching

$ unzip p16527374_121010_Linux-x86-64.zip

$ cd 16527374

$ opatch apply